Review : Hisense Pureshot Plus, Cocok Bagi Pengguna Baru

Satu lagi produsen asal China yang mencoba peruntungannya di dunia smartphone Indonesia. Belum lama ini, Hisense merilis ponsel “perdananya” di Tanah Air, yakni PureShot dan PureShot+.

Hisense sendiri sebenarnya bukan nama baru di Indonesia. Mereka sudah pernah merilis beberapa seri smartphone. Namun, perangkat itu tidak di bawah label “Hisense”, melainkan “Andromax”.

Ya, perusahaan tersebut sebelumnya memang bekerja sama denganSmartfren untuk membuat perangkat genggam Andromax. Akan tetapi, beberapa saat lalu, kedua perusahaan  itu memutuskan untuk “berpisah”. Hisense kini tak hanya memproduksi perangkat di bawah nama Andromax.

Hal tersebut tidak serta merta membuat Hisense ingin “angkat kaki” dari Indonesia. Hisense menganggap pasar smartphone Indonesia masih sangat potensial sehingga memutuskan untuk merilis perangkat membawa label nama sendiri. Maka, lahirlah PureShot dan PureShot+ di Indonesia.

Meski sudah tidak memproduksi produk dengan label nama Andromax, Hisense sebenarnya masih memiliki kerja sama yang cukup erat denganSmartfren. Dua seri smartphone yang baru dirilisnya tersebut, mendukung jaringan 4G LTE yang digunakan Smartfren, yakni 850 MHz dan 2.300 MHz.

Dalam paket penjualan pun, Hisense memaketkan kedua perangkat tersebut dengan kartu SIM perdana dari Smartfren.

KompasTekno beberapa waktu lalu mendapatkan salah satu seri dari dua perangkat yang diumumkan itu, yakni PureShot+. Bagaimana kinerja dari salah satu perangkat “perdana” Hisense di Indonesia itu? Simak Review berikut ini.

Desain, Jaringan, dan Software Hisense PureShot+

 

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comHisense PureShot secara sepitas mirip iPhone 5

Secara sepintas, Pureshot+ memiliki desain fisik yang mirip dengan iPhone 5. Perhatikan sudut-sudutnya yang membulat, tombol Home di bawah layar, dan peletakkan lensa kamera. Semuanya merujuk pada ponsel generasi lawas dari perusahaan Cupertino itu.

Selain itu, desain speaker perangkat ini mirip dengan iPhone 6, yakni diletakkan di bagian paling bawah, mengapit port USB yang diletakkan di bagian tengah.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comTampilan belakang Pureshot

Hisense membekali perangkat ini dengan layar berjenis IPS 2,5D berukuran cukup besar, yakni 5,5 inci. Layar tersebut sedikit lebih besar dari PureShot, yang hadir dengan layar 5 inci.

Layar PureShot+ sendiri mendukung resolusi 1.280 x 720 piksel dengan tingkat ketajaman 267 piksel per inci.

Dengan resolusi dan tingkat kerapatan layar, perangkat ini mampu menghasilkan gambar yang lumayan tajam. Sayangnya, saturasi warna yang ada terasa sedikit berlebih.

Untungnya, Hisense menyediakan pilihan untuk menurunkan saturasi warna agar lebih nyaman dilihat.

Bentang layar sebesar itu dirasa menjadi salah satu nilai tambah dari perangkat ini. Dengan layar berukuran 5,5 inci, PureShot+ nyaman untuk menikmati game dan menonton video, tentunya dengan catatan tingkat saturasinya diturunkan terlebih dahulu.

Tepat di bawah layar, Anda akan menemukan sebuah logo kotak dengan sudut membulat. Ini merupakan tombol kapasitif yang bisa digunakan sebagai tombol Home. Jika ditahan selama beberapa detik, tombol ini akan membawa pengguna ke aplikasi Google Now.

Di kanan dan kiri tombol Home, terdapat Recent Apps dan Back. Seperti namanya, Recent Apps dapat digunakan untuk melihat aplikasi saja yang baru saja dan sedang berjalan. Sementara itu, tombol Back dapat digunakan untuk kembali ke layar atau aplikasi sebelumnya.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comDua tombol fisik di samping kanan perangkat

Ponsel ini punya dua tombol fisik, yakni volume dan on/off yang diletakkan di sisi kanan perangkat.

Pada bagian atas, terdapat port 3.5 mm audio, tempat pengguna mencolok earphone atau headphone. Sementara itu, di bagian bawah, terdapat speaker dan port USB.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comSpeaker PureShot mengapit port USB

Salah satu nilai jual lainnya dari perangkat ini terletak di bagian speaker tersebut. Sudah dilisensi dengan audio Dolby, speaker tersebut mampu menghasilkan suara kencang dan menggelegar untuk menonton video, apalagi film aksi.

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk mendengarkan musik. Saat diputar dengan suara maksimal, suara yang dihasilkan cukup cempreng. Disarankan untuk mendengarkan musik dengan menggunakan earphone atau headphone.

Beralih ke bagian belakang. Mulai dari atas ke bawah, pengguna bisa menemukan lensa kamera beserta lampu kilat dual LED, kemudian logo Hisense tepat di tengah casing, serta tulisan “PureShot Plus by Hisense. Life Reimagined“. Di sebelahnya, terdapat logo audio Dolby, menandakan perangkat ini sudah disertifikasi dengan teknologi Dolby.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comBagian belakang perangkat bisa dibuka

Casing belakang ini bisa dibuka. Di baliknya, terdapat baterai 2.500 mAh yang dapat dicopot, slot dual-SIM (ukuran standar), dan slot kartu memori microSD.

Sayangnya, casing belakang ini terbuat plastik. Ketika dicopot, bagian ini terasa lembek dan seperti mudah patah.

Kekurangan yang terasa dari material itu sedikit ditebus dengan penggunaan metal di bagian rangkanya. Meski menggunakan bahan plastik di bagian belakangnya, PureShot+ masih terasa kokoh.

Hisense PureShot+ mendukung band jaringan 4G LTE dari semua operator seluler Indonesia. Ia mendukung FDD Band 2 (1.900 MHz), 3 (1.800 MHz), 5 (850 MHz), 8 (900 MHz); dan TDD band 40 (2.300 MHz).

Smartfren sendiri menggunakan TDD band 40 dan FDD band 5. Sementara itu, operator seluler lainnya menggunakan FDD band 3 dan 8.

HisenseTampilan Hisense Pureshot

Hisense PureShot+ berjalan di sistem operasi Android 5.0.2 Lollipop. OS mobile itu dipercantik dengan tampilan antarmuka buatan sendiri yang dinamakan Vision 2.0.

Hisense menyediakan dua jenis tampilan pada Vision 2.0, tampilan standar dan sederhana.

Tampilan standar memperlihatkan antarmuka Android pada umumnya. Sedangkan, sederhana membuat tampilan perangkat bergaya kotak-kotak, mirip dengan Windows Phone. Bedanya, pengguna tidak bisa mengatur ukuran kotak.

Oh ya, dalam Vision 2.0 ini jangan harap bisa menemukan App Drawer yang biasa ada di Android lain. Hisense sudah meniadakannya sehingga semua aplikasi akan langsung tertata di halaman depan ponsel.

Spesifikasi dan kinerja

Hisense PureShot+ dibekali dengan chipset Snapdragon 615, prosesor octa-core  Cortex A53 (4 x 1 GHz dan 4x 1,5 GHz), GPU Adreno 405, dan RAM 2 GB.

Dengan kombinasi hardware seperti itu, kinerja ponsel ini sama sekali tidak mengecewakan saat diajak bekerja atau bermain game. Untuk multitasking, seperti membuka web lalu copy-paste dan mengetik di aplikasi WPS Office bisa dilakukan dengan cepat.

Besarnya layar perangkat ini membuat desain keyboard virtual yang dihadirkan perangkat tersebut juga membesar. Akibatnya, mengetik jadi lebih mudah dan typo jarang terjadi.

Begitu pula sosial media Path, Instagram, Twitter, Facebook, atau Periscope. Rata-rata aplikasi bisa berjalan tanpa mengalami force closed atau freeze di di tengah jalan.

KompasTekno mencobanya untuk bermain sejumlah game, seperti Commute, Jetpack Joyride, dan Clash of Clans. Semuanya sama-sama berjalan mulus.

Hanya saja, suhu ponsel akan meningkat ketika perangkat bekerja keras, seperti bermain game atau menonton video. Area panas terletak di bagian belakang, di bawah kamera. Tampaknya, SoC perangkat tersebut memang terletak di bagian tersebut.

Saat KompasTekno mencoba memainkan game selama 10 menit, suhu meningkat sekitar 5 derajat Celcius, dari 32 derajat menjadi 37 derajat.

Seluruh kineja tersebut ditopang oleh baterai Lithium ion berkapasitas 2.500 mAh. Kapasitas itu memang terasa kurang besar, ternyata cukup untuk menghidupi Hisense PureShot+ selama kurang lebih 8-10 jam.

Dengan catatan, hanya memakainya untuk pemakaian wajar, seperti media sosial, browsing, mengetik, pesan teks seperti WhatsApp, dan foto tanpa flash. Itupun tidak secara non-stop.

Apabila perangkat digunakan secara non-stop untuk menonton, browsing, dan bermain game, baterai tersebut hanya mampu menopang hidup perangkat selama 5 jam 20 menit saja.

Sedangkan, pengisian daya sampai penuh memakan waktu sekitar 2 jam.

Media penyimpanan internal dari perangkat ini sendiri hanya sebesar 16 GB saja. Jika ingin menambah kapasitas tersebut, pengguna bisa menggunakan kartu memori microSD hingga 128 GB, lebih dari cukup untuk menyimpan video, musik, dan foto.

KompasTekno juga melakukan pengujian benchmark menggunakan AnTuTu dan PC Mark. Berikut ini hasilnya.

Deliusno/Kompas.comHasil benchmark menggunakan AnTuTu dan PC Mark

Kamera

Hisense membekali PureShot+ dengan sebuah kamera utama 13 megapiksel, lengkap dengan lampu dual flash. Sementara itu, di bagian depan terdapat kamera 5 megapiksel. Uniknya, di bagian depan ini, Hisense melengkapinya juga dengan lampu flash LED.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comBagian depan Hisense Pureshot Plus dilengkapi dengan lampu flash

Hasil jepretan kedua kamera ini memuaskan, terutama bila memotret dalam kondisi pencahayaan yang cukup. Secara keseluruhan, warna, saturasi, dan kontras terlihat baik.

Deliusno/Kompas.comMode kamera yang ada di Hisense PureShot

PureShot+ dilengkapi dengan sejumlah fitur kamera yang menarik. Antara lain mode, High Dynamic Range (HDR), Panorama, Macro, Beauty, Audio Note, Baby Mode, Night, Night Potrait, dan PPT Mode.

Salah satu mode yang menarik adalah Baby Mode. Dalam mode tersebut, smartphone ini akan mengeluarkan berbagai jenis bunyi yang dijamin membuat anak kecil menengok ke arah kamera. Setelah menengok, secara otomatis kamera akan mengambil gambar.

Satu hal yang disayangkan, fitur kamera tidak dilengkapi mode Manual. Artinya, Anda tidak bisa mengatur ISO, White Balance, dan shutter speed lensa.

Dalam kondisi lumayan gelap, sekitar sore pukul 17.00, gambar yang dijepret mampu menghasilkan gambar yang cukup baik. Detail masih bisa sedikit tertangkap oleh kamera ini.

Berikut hasil jepretan gambar dari perangkat ini:

Deliusno/Kompas.comHasil foto Hisense PureShot Plus dengan cahaya cukup

Deliusno/Kompas.comHasil jepretan lainnya di kondisi cahaya cukup

Deliusno/Kompas.comHasil foto makro Hisense PureShot Plus

Deliusno/Kompas.comHasil jepretan Hisense PureShot Plus di keadaan rendah cahaya

Deliusno/Kompas.comHasil foto di keadaan minim cahaya

Kesimpulan

Dengan harga Rp 3,1 juta, Hisense PureShot+ adalah salah satu ponsel yang andal. Ia cocok bagi yang ingin beralih dari feature phone kesmartphone. Selain mendapatkan smartphone dengan kinerja yang cukup memuaskan, ia juga dilengkapi dengan dukungan jaringan terbaru di Indonesia, yakni 4G LTE.

Kamera dalam perangkat ini juga dapat dibilang sangat baik untuk menjepret gambar. Meski tidak dilengkapi dengan mode Manual, kekurangan tersebut “ditebus” dengan berbagai mode menarik, seperti Baby Mode.

Hasil fotonya pun sudah lebih dari cukup untuk dipamerkan di aplikasi media sosial.

Hisense PureShot+ pun sangat cocok untuk menikmati konten entertainment, seperti film aksi. Kombinasi antara speaker dengan lisensi Dolby ditambah layar berbetang 5,5 inci, membuatnya sangat nyaman untuk digunakan menonton

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk mendengarkan musik. Memang speaker mampu menghasilkan suara yang besar, tetapi cenderung cempreng. Sangat disarankan untuk menggunakan earphone dan headphone.

Salah satu kelemahannya terletak di bagian baterai. Komponen ini terasa kurang besar untuk menyokong hidup perangkat dalam satu kali charge. Untungnya, apabila penggunaan dalam batas wajar, baterai ini bisa menghidupkan perangkat seharian.

Kekurangan lainnya, resolusi layar hanya High Definition 720p. Saat ini, kebanyakan perangkat dengan layar 5,5 inci sudah mendukung resolusi Full HD 1080 piksel. Kemungkinan, pemilihan resolusi itu untuk menjaga harga dari Pureshot+ ini.

Iklan